kpkgg

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

Olahraga

Dispora Medan Mengambil Alih Kontingen Porprovsu 2026, Kodrat dan Pertina Tuntut Kepastian Persiapan Atlet

Pengelolaan kontingen Porprovsu XII 2026 kini berada di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan. Perubahan ini menimbulkan sejumlah keluhan dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang merasa belum mendapatkan kepastian mengenai persiapan mereka.

Tuntutan Kejelasan dari Pengurus Cabor

Ketua Pengurus Kota Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Medan, Bobby O Zulkarnain, mengungkapkan kekecewaannya terkait kurangnya informasi yang jelas dari Dispora Medan tentang persiapan kontingen yang akan bertanding di ajang olahraga provinsi ini. Menurutnya, komunikasi yang ada sejauh ini hanya mencakup penyediaan fasilitas dasar, seperti pakaian dan sepatu atlet, sementara tidak ada kejelasan mengenai rencana pemantauan kesiapan masing-masing cabor.

“Hingga saat ini belum ada kepastian dari Dispora. Mereka hanya memberikan informasi mengenai fasilitas yang akan diberikan kepada cabor, sedangkan persiapan lainnya masih belum jelas,” ungkap Bobby pada Kamis, 22 Oktober 2026. Menurutnya, jika Dispora Medan ingin mengambil alih pengelolaan kontingen Porprovsu XII 2026, maka tanggung jawab tersebut haruslah menyeluruh, termasuk perencanaan dan pemenuhan kebutuhan setiap cabor dan atlet.

Pentingnya Koordinasi yang Efektif

Bobby menekankan bahwa penyediaan fasilitas saja tidak cukup untuk memastikan kesiapan atlet. Diperlukan koordinasi yang solid agar setiap cabor dapat merancang program latihan dan persiapan atlet dengan baik. Ia menegaskan, “Jika Dispora Medan ingin mengambil alih kegiatan Porprovsu, maka harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan hanya fokus pada anggaran untuk fasilitas tertentu.”

Kota Medan, sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi olahraga besar di Sumatera Utara, seharusnya memberikan dukungan maksimal untuk mempersiapkan atletnya. Bobby berharap pemerintah kota dapat lebih memperhatikan kebutuhan atlet, sehingga target Medan untuk meraih gelar juara umum dapat tercapai melalui persiapan yang matang.

Harapan untuk Perhatian dari Wali Kota

Lebih lanjut, Bobby menginginkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, untuk melihat situasi ini dari perspektif pembinaan dan prestasi olahraga, tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik. Ia berpendapat bahwa para atlet membutuhkan kepastian dukungan agar dapat fokus pada latihan dan persiapan menghadapi kompetisi yang akan datang.

“Kami berharap Pak Wali Kota dapat memahami situasi ini dari sisi olahraganya. Atlet tidak perlu terlibat dalam politik; yang mereka inginkan hanya kesempatan untuk berlatih dan berprestasi,” jelasnya. Bobby menambahkan bahwa ketidakjelasan dalam pembagian tugas dan koordinasi dapat menyulitkan cabor dalam menentukan langkah persiapan yang tepat.

Menuntut Penjelasan dari Dispora

Dia berharap agar Dispora Medan segera memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan kontingen, sehingga setiap cabor memahami tanggung jawabnya masing-masing. “Jika sejak awal Dispora ingin mengambil alih pengelolaan cabor dalam Porprovsu, maka seharusnya dilakukan dari awal. Dengan begitu, kami dapat mengarahkan persiapan untuk mencapai tujuan Medan sebagai juara umum,” tegas Bobby.

Pertina Medan Juga Menghadapi Ketidakpastian

Keluhan yang serupa juga disampaikan oleh Ketua Pengkot Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Medan, Adol Frian Rumaijuk. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Dispora Medan yang meminta pendataan atlet dan tim untuk kebutuhan Porprovsu XII 2026. Namun, menurutnya, surat tersebut tidak disertai penjelasan mengenai aspek teknis dan dukungan persiapan yang akan diberikan kepada cabor.

Adol menjelaskan bahwa data yang diminta mencakup nama pelatih, atlet, nomor rekening, dan jenis kelamin, tetapi informasi mengenai perlengkapan pertandingan, pakaian atlet, serta pemusatan latihan belum disampaikan dengan jelas. “Kami belum mendapatkan kepastian terkait pemusatan latihan dan perlengkapan yang diperlukan,” ujarnya.

Pentingnya Pendataan yang Jelas

Ketidakjelasan ini membuat Pertina Medan kesulitan dalam merencanakan persiapan atlet tinju menjelang Porprovsu. Menurut Adol, pendataan atlet merupakan langkah krusial dalam persiapan kontingen, namun langkah tersebut harus diikuti dengan kejelasan mengenai anggaran, perlengkapan, dan program latihan agar atlet dapat bersiap dengan optimal.

  • Nama pelatih dan atlet
  • Nomor rekening atlet
  • Jenis kelamin atlet
  • Perlengkapan pertandingan
  • Pemusatan latihan

Dia berharap pemerintah kota dapat segera memberikan respons dan menyampaikan jadwal serta mekanisme persiapan yang akan dijalankan. Dengan adanya kejelasan, pengurus cabor dapat menyesuaikan program pembinaan dengan kebutuhan pertandingan yang mendatang.

“Kami berharap dapat bertemu dengan wali kota untuk membahas langkah tindak lanjut. Namun, hingga saat ini, belum ada respons atau jadwal yang jelas, membuat kami semakin pesimis,” tutup Adol.

Persiapan Kontingen yang Optimal

Dalam menghadapi Porprovsu XII 2026, penting bagi semua pihak, terutama Dispora Medan, untuk segera mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan kontingen. Kejelasan dalam komunikasi dan pengelolaan sumber daya akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang ingin diraih. Setiap cabor perlu merasa didukung secara penuh agar atlet dapat menampilkan performa terbaik mereka di arena kompetisi.

Dengan adanya dukungan yang maksimal dari pemerintah kota, diharapkan atlet dapat berlatih dengan tenang, tanpa khawatir akan masalah administratif dan logistik. Dalam hal ini, peran aktif dari Dispora sangatlah penting untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan olahraga di Medan.

Pada akhirnya, kesuksesan kontingen Medan di Porprovsu XII 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan hasil kerjasama dari seluruh elemen yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, pengurus cabor, hingga para atlet itu sendiri. Dengan persiapan yang matang dan dukungan yang tepat, harapan untuk meraih prestasi gemilang di ajang tersebut bisa menjadi kenyataan.

Related Articles

Back to top button