Mahasiswa IPMAPAN Sorong Mendesak Pemda Paniai untuk Perhatikan Kondisi Mereka

Mahasiswa asal Paniai yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai se-Kota Studi Sorong (IPMAPAN Sorong) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi tempat tinggal mereka di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Paniai untuk segera memberikan perhatian terhadap situasi yang mengancam kenyamanan dan kelangsungan pendidikan mereka. Dalam pernyataan ini, mahasiswa menyoroti berbagai masalah yang mereka hadapi, dari kerusakan bangunan hingga ketidakpastian yang menyelimuti status tempat tinggal mereka.
Kondisi Memprihatinkan di Asrama Mahasiswa
Mahasiswa Paniai mengungkapkan bahwa kondisi asrama atau kontrakan yang mereka huni saat ini sangat memprihatinkan. Salah satu kamar bahkan mengalami kerusakan serius, di mana temboknya roboh dan menimbulkan risiko keselamatan bagi para penghuni.
Pernyataan ini disampaikan oleh mereka dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Asrama Mahasiswa Paniai, Kota Sorong, pada Rabu, 27 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, mereka menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi tempat tinggal mereka.
Pengelolaan Asrama dan Ancaman Pengusiran
Oktovianus Mote, Ketua Kontrakan/Asrama Mahasiswa Paniai, menjelaskan bahwa kerusakan fisik bangunan bukanlah satu-satunya masalah yang mereka hadapi. Selain itu, para penghuni sering kali dilanda ketakutan akan pengusiran akibat keterlambatan pembayaran sewa. Hal ini menambah beban mental bagi mahasiswa yang seharusnya dapat fokus pada studi mereka.
“Ketidakpastian tempat tinggal ini sangat mengganggu kenyamanan dan proses pendidikan kami. Ini adalah masalah serius yang tidak dapat dibiarkan berlanjut,” tegas Oktovianus, menyoroti perlunya tindakan segera dari pihak berwenang.
Desakan untuk Membangun Asrama Permanen
Ketua Badan Pengurus IPMAPAN Sorong, Nopi Degei, menegaskan bahwa mereka bukan hanya meminta perbaikan kerusakan fisik. Mereka menginginkan Pemerintah Kabupaten Paniai untuk membangun asrama permanen yang dapat memberikan jaminan tempat tinggal yang layak bagi mahasiswa.
“Jika orang tua kami sendiri tidak melihat kondisi kami, kepada siapa lagi kami harus berharap? Kami mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk masa depan kami,” ujar Nopi dengan penuh harapan.
Investasi dalam Sumber Daya Manusia
Nopi menambahkan bahwa mahasiswa asal Paniai adalah generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan berupa tempat tinggal yang layak merupakan investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia Paniai. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini.
“Kami adalah generasi muda Paniai, calon pemimpin Papua, khususnya Kabupaten Paniai. Jangan biarkan kami berjuang dalam ketidakpastian dan menghadapi ancaman pengusiran hanya karena masalah finansial,” tegas Nopi.
Permintaan untuk Fasilitas yang Layak
Mahasiswa Paniai menegaskan bahwa mereka tidak menuntut fasilitas mewah. Yang mereka inginkan hanyalah tempat tinggal yang aman, layak, dan permanen agar dapat berkonsentrasi menyelesaikan pendidikan mereka. “Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta yang layak,” ungkap Nopi.
Tanggung Jawab Pemerintah
IPMAPAN Sorong juga mempertanyakan sejauh mana kehadiran Pemerintah Kabupaten Paniai dalam memperhatikan kondisi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Mereka merasa terabaikan dan berharap ada solusi nyata dari pemerintah untuk masalah yang mereka hadapi.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya perhatian dan tindakan nyata, kami patut mempertanyakan: apakah Pemda Kabupaten Paniai benar-benar hadir untuk mahasiswa, atau justru membiarkan kami terlantar?” demikian pernyataan tegas dari IPMAPAN Sorong.
Panggilan untuk Tindakan Nyata
Mahasiswa mendesak pemerintah agar tidak hanya berhenti pada janji, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keberadaan asrama yang layak dan permanen. “Buka mata, lihat kondisi kami. Dengarkan suara kami. Jangan hanya berjanji, tunjukkan tindakan nyata,” ungkap mereka dengan penuh harapan.
Generasi Masa Depan Paniai
IPMAPAN Sorong menutup pernyataan mereka dengan mengingatkan pemerintah bahwa mahasiswa yang kini menuntut ilmu adalah bagian penting dari masa depan Kabupaten Paniai. “Hari ini kami adalah mahasiswa, tetapi besok kami adalah penerus Paniai. Jangan biarkan generasi yang sedang mempersiapkan masa depan Paniai terlantar,” seru mereka.