AI dan Data Mengubah Profesi Pajak, Mahasiswa UHN Medan Perlu Tingkatkan Kompetensi Baru

Transformasi digital yang tengah melanda dunia perpajakan bukan hanya sekadar mengenai penerapan teknologi, tetapi juga mencakup perubahan mendasar dalam cara kerja dan pengelolaan data. Salah satu inovasi yang signifikan adalah keberadaan Coretax, yang berperan krusial dalam memperbarui sistem administrasi perpajakan dengan mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga pembayaran dan pengawasan pajak, dalam satu platform yang efisien.
Perkembangan Terkini dalam Profesi Pajak
Informasi ini terungkap dalam kuliah umum dengan tema “Masa Depan Perpajakan: AI, Transformasi Digital & Masa Depan Profesional Pajak” yang diselenggarakan oleh Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersama Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan di kampus UHN Medan pada Senin, 28 September 2026.
Acara ini menghadirkan dua pembicara yang berkompeten di bidang perpajakan, yaitu Sabar L Tobing, yang merupakan Founder & CEO Hive Five serta Bendahara DPP KMDT, dan I Belis Siswanto, Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara. Selain mereka, turut hadir Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Sekjen KMDT Iskandar Zulkarnain, serta Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Napitupulu ST MT, yang memberikan dukungan penuh terhadap acara tersebut.
Peran AI dan Analisis Data dalam Perpajakan
Sabar L Tobing menjelaskan bahwa kemajuan digitalisasi memberikan ruang untuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data dalam sektor perpajakan. Dengan teknologi ini, para profesional pajak dapat lebih mudah mendeteksi anomali, melakukan validasi secara otomatis, menganalisis pola transaksi dan kepatuhan, serta meningkatkan efektivitas proses pengawasan perpajakan.
“Mahasiswa harus memanfaatkan perubahan ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif. Kebutuhan terhadap tenaga profesional pajak yang paham tentang regulasi, teknologi, dan data akan terus meningkat seiring dengan berjalannya transformasi digital,” ungkap Sabar.
Lebih lanjut, Sabar menegaskan bahwa sejumlah bidang baru mulai bermunculan dalam sektor perpajakan. Beberapa di antaranya adalah analis risiko pajak, spesialis teknologi pajak, serta profesi yang berhubungan dengan penyelesaian sengketa perpajakan. Peluang ini menawarkan potensi karir yang menjanjikan bagi lulusan baru.
Transformasi Digital dan Dampaknya pada Sektor Pariwisata
Dalam konteks pengembangan kawasan Danau Toba sebagai area strategis nasional, transformasi digital diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata, mendukung pertumbuhan UMKM, memperluas akses investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sementara itu, I Belis Siswanto menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi digital turut memperluas basis perpajakan di Indonesia. Sektor ekonomi digital meliputi berbagai aspek, seperti PPN PMSE, pajak aset kripto, pajak fintech, dan pajak melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).
“Hingga bulan Juni 2026, penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp54,71 triliun, dengan PPN PMSE menjadi salah satu kontributor utama,” jelas Belis. Dia juga menegaskan bahwa mahasiswa, sebagai generasi penerus, memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dunia perpajakan.
Persiapan Mahasiswa Menghadapi Dunia Perpajakan
“Tantangan-tantangan seperti perkembangan regulasi, meningkatnya penggunaan sistem komputerisasi dalam perpajakan, serta kebutuhan akan kompetensi teknologi menuntut calon profesional untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka,” tegasnya.
Materi yang disampaikan dalam kuliah umum ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital membuka peluang lahirnya berbagai profesi baru yang memadukan keahlian perpajakan dengan teknologi mutakhir.
Pentingnya Adaptasi dalam Era Digital
Sejalan dengan itu, sambutan yang disampaikan mewakili Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa administrasi perpajakan saat ini terus bertransformasi melalui penggunaan teknologi digital, integrasi data, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perubahan ini bukan hanya menuntut kemampuan untuk menguasai teknologi, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, berpikir kritis, serta memiliki etika profesional yang tinggi.
Peran Universitas dalam Memfasilitasi Pembelajaran
Rektor UHN Medan, Dr. Richard AM Napitupulu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, melalui acara ini, UHN Medan berkomitmen untuk menciptakan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan perkembangan profesional di lapangan.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi yang bermanfaat dan mempersiapkan diri dalam meraih berbagai peluang beasiswa dan pengembangan diri di masa depan,” ungkap Richard.
Dia juga mengajak mahasiswa untuk aktif mempersiapkan diri dan tidak hanya berharap pada kesempatan yang datang. “Harapan kita, semakin banyak mahasiswa UHN yang dapat mengikuti seleksi dan berhasil mendapatkan kesempatan pendidikan maupun beasiswa yang tersedia,” tambahnya.
Secara khusus, Richard menyampaikan terima kasih kepada KMDT yang telah berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini dan memberikan perhatian serta dukungan melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa UHN Medan.
“Dukungan seperti ini sangat berharga dalam membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka. Kami berharap agar informasi mengenai berbagai program beasiswa yang bersumber dari anggaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat disampaikan secara lebih terbuka dan mudah diakses oleh mahasiswa,” pungkas Richard.



