Harga Tepung di Pasar MMTC Meningkat Signifikan Sejak Pertengahan Agustus 2023

Beberapa waktu terakhir, harga bahan pokok mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, dengan tepung sebagai salah satu komoditas yang paling terdampak. Hal ini menjadi perhatian utama para pedagang di Pasar MMTC Medan, terutama Sitorus Jaya, pemilik Toko Bintang yang berlokasi di Jalan Williem Iskandar, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dalam perbincangan yang berlangsung pada Kamis (3/9/2026), Sitorus mengungkapkan keluhannya terkait fenomena ini.
Kenaikan Harga Tepung di Pasar MMTC
Selama tiga tahun terakhir, Sitorus telah berbisnis menjual berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras, minyak goreng, telur, dan beragam jenis tepung. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada variasi harga di pasaran, tepung adalah salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga paling mencolok.
Perbandingan Harga Bahan Pokok
“Kenaikan harga paling mencolok terlihat pada tepung. Sementara itu, harga minyak goreng dan beras justru mengalami penurunan,” ungkap Sitorus. Ia memberikan rincian yang menarik mengenai pergerakan harga beberapa bahan pokok:
- Harga beras turun dari Rp90.000–Rp100.000 menjadi Rp82.000–Rp85.000.
- Minyak goreng menurun dari Rp25.000 menjadi Rp17.000 per liter.
- Harga telur tetap stabil dan tidak banyak berubah.
Namun, situasi yang berbeda terjadi pada tepung. Hampir semua jenis tepung mengalami lonjakan harga, mulai dari tepung terigu, tepung maizena, tepung roti, tepung beras, hingga tepung ketan. Tepung ketan, khususnya, mencatat kenaikan paling dramatis, dengan harganya meloncat dari Rp11.000 menjadi Rp20.000 per kilogram dalam waktu dua minggu yang lalu, sejak pertengahan Agustus 2026.
Penyebab Kenaikan Harga Tepung
Sitorus mengakui bahwa ia belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan kenaikan harga tersebut. “Ada yang mengatakan bahwa ini disebabkan oleh gagal panen, sementara yang lain mengklaim banyaknya ekspor. Ketika kami bertanya kepada sales, mereka pun tidak bisa memberikan kepastian,” ujarnya.
Perubahan harga ini, lanjutnya, sangat mempengaruhi jumlah pembeli. Pelanggan yang biasanya berbelanja setiap hari kini mulai mengurangi frekuensi dan jumlah pembelian mereka. Beberapa usaha kecil yang bergantung pada tepung, terutama usaha kue, terpaksa tutup karena margin keuntungan yang semakin menipis.
Dampak Kenaikan Harga terhadap Usaha Kecil
“Tepung ketan ini sangat penting untuk pembuatan kue. Jika margin keuntungan semakin kecil, pelanggan pun enggan membeli. Akibatnya, banyak usaha kue yang tidak bisa bertahan,” jelasnya dengan nada prihatin.
Strategi Penjualan di Tengah Kenaikan Harga
Mengenai strategi penjualan, Sitorus menjelaskan bahwa ia berusaha untuk menyesuaikan harga jual dengan harga beli dari pemasok. Ia tidak menahan harga ketika terjadi kenaikan, namun juga tidak menaikkan harga jika harga beli tetap stabil. Selain itu, ia juga tidak menyetok barang dalam jumlah besar, hanya sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.
Di akhir wawancara, Sitorus menyampaikan harapannya agar kenaikan harga bahan pokok diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. “Harapannya, jika harga bahan pokok naik, maka pendapatan masyarakat juga ikut meningkat. Sehingga, keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran dapat terjaga. Jangan sampai pemasukan menurun sementara pengeluaran terus meningkat, yang dapat menyebabkan stres bagi masyarakat,” pungkasnya.




