depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

Kapolres lhokseumaweLintas Nusantara

Kapolres Lhokseumawe Ikut Serta dalam Penanaman Pohon di Makam Sultanah Nahrasyiyah

Penanaman pohon di makam Sultanah Nahrasyiyah baru-baru ini telah menarik perhatian banyak pihak, terutama di kalangan masyarakat Aceh. Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan ini, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., turut serta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara, menandakan sinergi yang kuat antar lembaga dalam upaya pelestarian lingkungan dan situs bersejarah. Dengan demikian, penanaman pohon di makam Sultanah Nahrasyiyah menjadi simbol harapan dan tanggung jawab kolektif untuk generasi mendatang.

Partisipasi Kapolres dalam Kegiatan Penanaman Pohon

Pada hari Jumat, 11 September 2026, Kapolres Lhokseumawe bersama dengan Forkopimda Aceh Utara melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Makam Sultanah Nahrasyiyah, yang terletak di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Samudera Pasai yang ke-800 tahun. Kehadiran Kapolres dan unsur Forkopimda tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menggarisbawahi komitmen mereka untuk menjaga situs sejarah yang memiliki makna penting bagi masyarakat Aceh.

Sinergitas Lintas Sektor

Kehadiran berbagai unsur Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang optimal antara berbagai sektor. Dengan bersama-sama melakukan penanaman pohon, mereka menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan kewajiban bersama. Sinergi ini penting, terutama dalam menjaga keberadaan kawasan bersejarah yang juga berfungsi sebagai ruang hijau bagi masyarakat.

Kunjungan dan Ziarah ke Makam Sultanah Nahrasyiyah

Sebelum melakukan penanaman pohon, para pejabat yang hadir melakukan kunjungan dan ziarah ke Makam Sultanah Nahrasyiyah. Dalam kesempatan ini, mereka mendapatkan penjelasan mengenai sejarah singkat Sultanah Nahrasyiyah dari penjaga makam, Ramlan alias Raja Khan. Informasi yang disampaikan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai pentingnya warisan sejarah yang ada di lokasi tersebut.

Pentingnya Menjaga Warisan Sejarah

Warisan sejarah seperti makam Sultanah Nahrasyiyah memiliki nilai yang tak ternilai bagi masyarakat Aceh. Selain sebagai tempat peristirahatan terakhir, makam ini juga merupakan simbol dari budaya dan sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan. Penanaman pohon di area ini merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Penanaman Pohon sebagai Tindakan Simbolis

Setelah melakukan ziarah, unsur Forkopimda secara simbolis melakukan penanaman pohon di kawasan makam. Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di sekitar situs bersejarah Samudera Pasai. Dengan menanam pohon, mereka berkontribusi pada upaya penghijauan dan perlindungan lingkungan yang lebih luas.

Pesan dari Kapolres Lhokseumawe

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Ramadhan, S.H., menekankan pentingnya kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut sebagai dukungan terhadap rangkaian peringatan Hari Jadi Samudera Pasai yang ke-800. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan situs bersejarah.

  • Sinergitas antar lembaga sangat penting dalam pelestarian lingkungan.
  • Pentingnya menjaga nilai sejarah melalui tindakan nyata.
  • Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
  • Peran aktif Polri dalam mendukung kegiatan sosial dan lingkungan.
  • Upaya penghijauan sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.

Kesempatan untuk Meningkatkan Kesadaran

Momentum peringatan Hari Jadi Samudera Pasai ke-800 juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap kawasan-kawasan bersejarah. Hal ini mencakup upaya menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan agar tetap terpelihara. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan sejarah dan lingkungan, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan berkontribusi dalam pelestarian situs bersejarah di Aceh.

Peran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan

Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan situs sejarah. Melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan penghijauan dan pelestarian, masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Melakukan penanaman pohon secara berkala.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih area bersejarah.
  • Mengedukasi sesama warga tentang pentingnya menjaga lingkungan.
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah.
  • Menjadi relawan dalam kegiatan pelestarian budaya dan lingkungan.

Menjaga Keberlanjutan untuk Generasi Mendatang

Penting untuk menyadari bahwa pelestarian situs sejarah dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan menjaga dan melestarikan warisan yang ada, kita tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi mendatang untuk menikmati dan belajar dari warisan tersebut. Setiap tindakan kecil dalam pelestarian memiliki dampak besar bagi masa depan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, kegiatan penanaman pohon di makam Sultanah Nahrasyiyah menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan sejarah di Aceh. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa di masa depan, sehingga kawasan-kawasan bersejarah dapat terus terjaga dan dihormati.

Back to top button