depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

BeritadprdJAwabanKabupaten Tanah DatarPadangan

Bupati Tegaskan Alokasi Anggaran sebagai Prioritas Berdasarkan Pandangan Umum Fraksi

Dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, alokasi anggaran menjadi salah satu isu krusial yang tidak dapat diabaikan. Hal ini semakin terlihat saat Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar mengadakan rapat paripurna untuk membahas jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026. Rapat yang berlangsung pada Kamis (10/9) di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD tersebut menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk menjelaskan prioritas alokasi anggaran yang direncanakan.

Rapat Paripurna sebagai Forum Diskusi

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD, Anton Yondra, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Kamrita. Hadir dalam rapat tersebut 22 anggota DPRD, Sekretaris Dewan Alfian Fikri, serta Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly. Acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, serta berbagai pejabat dan undangan lainnya. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengambilan keputusan terkait alokasi anggaran.

Dalam rapat ini, agenda yang dibahas adalah penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Tanah Datar terhadap Raperda perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Acara ini merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya yang berlangsung pada Selasa (8/9/2025) lalu. Dalam sesi ini, Bupati akan menyampaikan tanggapan resmi terhadap berbagai masukan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi.

Penyampaian Jawaban Bupati

Jawaban Bupati, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Ahmad Fadly, menguraikan tanggapan terhadap pertanyaan dan saran dari setiap fraksi DPRD. Fraksi Nasdem, yang diwakili oleh Junaidi, mengajukan pertanyaan terkait strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat. Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang objek pajak dan retribusi, serta mengimplementasikan inovasi dalam sistem pembayaran secara digital.

Satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah penentuan prioritas alokasi anggaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan wajib dan program strategis yang mengikat, serta memastikan standar pelayanan minimal dapat terpenuhi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola anggaran secara efektif dan efisien.

Prinsip Keadilan dalam Alokasi Anggaran

Tanggapan Bupati juga mencakup pandangan umum dari Fraksi Perjuangan Nurani Demokrat yang disampaikan oleh Asrul Jusan. Fraksi ini menyatakan dukungannya terhadap Ranperda APBD P 2026, namun menekankan pentingnya prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengalokasian dana. Bupati pun menyampaikan apresiasi atas masukan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya mengalokasikan anggaran dengan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.

  • Memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat.
  • Transparansi dalam pengelolaan anggaran.
  • Akuntabilitas dalam penggunaan dana publik.
  • Inovasi dalam sistem pembayaran pajak.
  • Partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan anggaran.

Dukungan untuk UMKM dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam konteks meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Fraksi Ummat Golkar melalui juru bicara Martin meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menanggapi hal ini, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengalokasikan anggaran yang mendukung pembinaan UMKM sesuai dengan perkembangan isu strategis yang ada.

Selanjutnya, Bupati juga menanggapi pandangan dari Fraksi PAN yang disampaikan oleh Nofrizal, yang menginginkan adanya penguatan anggaran untuk penanganan dan pemulihan pascabencana. Bupati menegaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah daerah telah merencanakan upaya membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana, serta melakukan kegiatan mitigasi dan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana.

Manfaat Alokasi Anggaran bagi Masyarakat

Secara keseluruhan, Bupati menjelaskan bahwa setiap kebijakan dan alokasi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa semua saran, pendapat, dan masukan dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan anggaran ke depan. Hal ini menunjukkan keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima masukan dari berbagai pihak demi kepentingan masyarakat.

“Setiap alokasi anggaran dan kebijakan ke depan benar-benar akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dan terima kasih atas saran, pendapat, dan masukan dari setiap fraksi. Kami akan terus berupaya menyempurnakan pembahasan ini,” ujar Bupati.

Jadwal Pembahasan Selanjutnya

Di akhir sidang, Ketua DPRD Anton Yondra menyampaikan bahwa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah, pembahasan antara Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan dilanjutkan pada 11-16 September 2026 mendatang. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua aspek dari alokasi anggaran dapat dibahas dengan seksama dan transparan.

Kegiatan rapat paripurna ini tidak hanya menjadi ajang untuk merumuskan anggaran, tetapi juga sebagai forum untuk mengedukasi masyarakat mengenai proses pengelolaan anggaran daerah. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, diharapkan alokasi anggaran dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Related Articles

Back to top button