Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81: 7 Arahan Jaksa Agung Burhanuddin untuk Optimalisasi Kinerja

Jakarta – Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia yang ke-81 digelar dengan meriah di Lapangan Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu, 2 September 2026. Upacara ini dipimpin langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dan dihadiri oleh pejabat Eselon I, II, III, serta IV di lingkungan Kejaksaan Agung, bersama ratusan siswa dari Pendidikan, Pelatihan, dan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 tahun 2026. Momen ini menjadi penting untuk menegaskan kembali peran dan fungsi Kejaksaan dalam penegakan hukum di Indonesia.
7 Arahan Jaksa Agung untuk Optimalisasi Kinerja
Dalam sambutannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan tujuh arahan yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh jaksa di Indonesia. Arahan ini dirancang sebagai panduan bagi para jaksa untuk melaksanakan tugas mereka sebagai penegak hukum dengan lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Tujuh Arahan Penting
Berikut adalah tujuh arahan dari Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Kejaksaan:
- Pertama: Terapkan nilai-nilai Ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan dalam setiap pengambilan keputusan yang diambil.
- Kedua: Kembalikan kehormatan dan martabat Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberikan manfaat serta keadilan kepada masyarakat.
- Ketiga: Dukung Asta Cita dan sukseskan program prioritas serta direktif Presiden sesuai dengan tugas dan fungsi Kejaksaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
- Keempat: Gunakan hati nurani dalam menjalankan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
- Kelima: Bangun sinergi yang harmonis dan wujudkan kolaborasi produktif antara kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.
- Keenam: Junjung tinggi kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.
- Ketujuh: Tingkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum serta bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi perubahan situasi.
Transformasi dan Dedikasi kepada Negara
ST Burhanuddin juga mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan perayaan ke-81 tahun ini sebagai momentum transformasi. Ia menekankan pentingnya memperbarui semangat dan dedikasi kepada negara, serta menegaskan peran vital Kejaksaan dalam struktur hukum Indonesia. “Kita adalah ujung tombak penegakan hukum dan pengawal kedaulatan hukum,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung memberikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kinerja seluruh jajaran Adhyaksa selama ini. Ia menyampaikan bahwa semangat untuk melayani masyarakat dan menjaga kepercayaan publik harus terus dipelihara. “Teruslah bekerja dengan penuh semangat, teruslah menjaga integritas, teruslah berjuang untuk mewujudkan keadilan di negara ini,” serunya.
Sejarah dan Makna Kejaksaan
Jaksa Agung Burhanuddin mengingatkan akan sejarah panjang Kejaksaan yang sudah ada sejak awal kemerdekaan. Ia menekankan bahwa Kejaksaan bukan sekadar lembaga birokrasi, tetapi juga simbol kemerdekaan Indonesia secara politik dan hukum. “Kita hadir sebagai pengawal cita-cita proklamasi dan menjaga martabat kehidupan bangsa. Peringatan hari ini adalah refleksi jati diri Insan Adhyaksa untuk terus mengabdi dengan tulus kepada institusi, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu, di mana para jaksa mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU), kali ini seluruh peserta upacara menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Jaksa Agung menjelaskan bahwa pemilihan seragam tersebut memiliki makna filosofis yang dalam.
Makna Pemilihan Seragam
“PDL yang kita kenakan hari ini melambangkan kesiapan dan kesiagaan Insan Adhyaksa dalam menghadapi setiap keadaan. Di tengah berbagai ujian, kita diingatkan untuk selalu siap hadir, bekerja, dan mengabdi kapan pun negara dan masyarakat memerlukan,” tambahnya.
Integritas sebagai Kunci Kepercayaan Publik
Menutup amanatnya, ST Burhanuddin menekankan bahwa integritas adalah “harga mati” yang tidak bisa ditawar bagi seluruh jajaran Adhyaksa. Dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang semakin kompleks, ia meminta seluruh personil untuk tetap solid dan menjaga profesionalisme. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk menjaga amanah masyarakat.
Kejaksaan berkomitmen untuk terus hadir sebagai penegak hukum yang adil, humanis, dan transparan guna memulihkan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia. Peringatan tahun ini mengangkat tema besar: “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”
Tema ini tidak hanya menegaskan ketegasan hukum yang diambil oleh Kejaksaan, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap sisi kemanusiaan dalam setiap tindakan hukum yang dilakukan.
Agenda Lanjutan Setelah Upacara
Usai upacara, jajaran Kejaksaan Agung melanjutkan kegiatan dengan doa bersama dan syukuran secara internal sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi dan pengabdian institusi selama lebih dari delapan dekade. Dengan semangat baru yang dibawa oleh arahan Jaksa Agung, diharapkan Kejaksaan dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.




