
Saat menjelang Idulfitri, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jateng dan Perum Bulog Kantor Wilayah Jateng telah berkolaborasi untuk meluncurkan gerakan pangan murah. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Latar Belakang dan Lokasi Pelaksanaan
Program ini diadakan di Gedung Bulog Kanwil Jawa Tengah, Jalan Menteri Supeno, Semarang pada hari Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat. Sejak pagi, banyak warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Waktu pelaksanaan program ini yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB bertepatan dengan adanya pasar tumpah di kawasan Bundaran Taman Indonesia Kaya. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi warga yang sedang berbelanja di kawasan tersebut.
Pernyataan dari Wakil Kepala Polda Jateng
Menurut Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Latief Usman, gerakan pangan murah ini merupakan wujud dari komitmen kepolisian dalam membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sangat penting, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
“Program pasar murah ini secara serentak juga digelar di seluruh Polres jajaran di wilayah Jawa Tengah. Total penyaluran mencapai 78.600 kilogram beras, 11.280 liter minyak goreng, dan 1.448 kilogram gula pasir dengan target penerima manfaat sekitar 7.800 orang,” ungkap Latief Usman.
Manfaat Program ini bagi Masyarakat
Latief Usman menambahkan, program seperti ini di tahun sebelumnya telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Polda Jawa Tengah bersama Bulog telah berhasil menyalurkan sekitar 52 juta kilogram beras kepada masyarakat dari target awal 11 juta kilogram. Hal ini telah menjangkau lebih dari 7,4 juta warga di berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Melalui gerakan ini, kami berharap masyarakat dapat menyambut dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa terbebani kenaikan harga bahan pangan,” tambahnya.
Apresiasi dari Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng
Sri Muniati, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat.
Menurutnya, stok bahan pokok di wilayah Jawa Tengah saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam melakukan pembelian. “Stok sembako di Jawa Tengah sangat aman. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah Polri ini, distribusi beras SPHP juga akan semakin luas menjangkau masyarakat,” jelas Sri Muniati.
Daftar Komoditas yang Dijual
Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Berikut ini adalah daftar komoditas yang dijual:
- Beras SPHP seharga Rp56.000 per 5 kilogram dengan ketersediaan 2.750 kilogram
- Minyakita Rp31.000 per 2 liter dengan stok 1.700 liter
- Beras Befood Setra Ramos Rp74.000 per 5 kilogram
- Gula Manis Kita Rp17.500 per kilogram
Kehadiran Pasar Murah dan Dampaknya bagi Masyarakat
Manfaat dari kehadiran pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu warga, Lia (50), mengungkapkan bahwa ia merasa terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih rendah di pasar murah dibandingkan dengan harga di pasaran.
“Saya langsung datang begitu mendapatkan informasi. Di sini Minyakita cuma Rp31 ribu dua liter, sementara di luar bisa hampir Rp40 ribu. Selisihnya cukup besar, bisa untuk stok dapur beberapa minggu ke depan,” ungkap Lia.
Pernyataan dari Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Artanto, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini adalah bagian dari upaya negara untuk hadir di tengah masyarakat. Hal ini terutama penting dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang hari raya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui sinergi dengan Bulog dan pemerintah daerah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri,” tutur Artanto.




