Mualem Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama, Simak Nama dan Jabatannya di Sini

BANDA ACEH – Pada tanggal 10 April 2026, di Pendopo Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Gubernur Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melakukan pelantikan terhadap tiga pejabat eselon II. Acara ini menjadi momen penting dalam perombakan dan penguatan struktur pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh.
Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menandai suatu langkah baru dalam pengelolaan birokrasi di Aceh. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam menjalankan amanah publik yang telah dipercayakan kepada mereka.
Strategi Restrukturisasi Birokrasi
Perubahan posisi ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang digagas oleh Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh). Tujuannya adalah untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih efisien dan hasil-oriented. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih baik dan responsif terhadap berbagai kebutuhan daerah.
Nama-Nama Pejabat yang Dilantik
Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat tinggi pratama yang diangkat adalah:
- Bantan Nuzula sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh.
- Junaidi, SH sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA).
- Gamal Abdul Nasir sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh.
Pentingnya Pelantikan dalam Struktur Organisasi
Pelantikan ini juga dianggap sebagai langkah yang sangat penting dalam memperkuat struktur organisasi perangkat daerah. Selain itu, ini merupakan penegasan komitmen Pemerintah Aceh untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berdaya saing.
Harapan Pemerintah Aceh
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Aceh berharap agar para pejabat baru ini dapat menghadirkan energi positif dalam meningkatkan kinerja birokrasi. Mereka diharapkan mampu mempercepat program-program pembangunan dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Membangun Kultur Kerja yang Produktif
Restrukturisasi ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kultur kerja yang lebih produktif, kolaboratif, dan berintegritas. Semua ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan Aceh yang lebih maju dan adaptif, dengan fokus pada kesejahteraan rakyat.
Pernyataan Gubernur Mualem
Dalam sambutannya, Mualem menegaskan betapa pentingnya percepatan kinerja birokrasi serta pencapaian realisasi anggaran tahun 2026. Dia menyatakan bahwa manfaat dari anggaran tersebut harus segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Pesan untuk Pejabat yang Dilantik
Gubernur juga mengingatkan kepada semua pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan cepat, disiplin, dan produktif. Mereka diharapkan tidak menunda pekerjaan dan memastikan bahwa serapan anggaran berjalan dengan maksimal serta tepat sasaran.
Budaya Kerja yang Profesional
Mualem menutup sambutannya dengan harapan bahwa budaya kerja para pejabat yang dilantik akan semakin profesional dan adaptif. Pengaturan pola kerja yang efektif adalah kunci untuk mencapai target pembangunan yang lebih cepat, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh.
Dengan langkah ini, diharapkan para pejabat tinggi pratama yang baru dilantik dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan pemerintahan Aceh. Masyarakat menantikan hasil kerja keras mereka dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan responsif.




