Aksi Kamisan Medan Serukan Pengadilan Umum untuk Adili Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
MEDAN – Puluhan demonstran yang tergabung dalam gerakan Aksi Kamisan Medan kembali melaksanakan aksi unjuk rasa yang ke-160 di kawasan Jalan Balai Kota, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, tepatnya di depan Kantor Pos Indonesia Medan, pada Kamis (2/4/2026). Dalam aksi ini, mereka menyerukan keadilan dan meminta agar kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus diadili di pengadilan umum.
Solidaritas terhadap Andrie Yunus
Aksi kali ini mengangkat tema “Bersama Andrie Yunus, Tolak Remiliterisasi,” yang merupakan bentuk dukungan terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Insiden yang menimpa Andrie menjadi sorotan penting bagi para aktivis dan masyarakat luas.
Insiden Penyiraman Air Keras
Peristiwa penyiraman air keras terjadi pada malam hari, tepatnya pada 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Pada saat itu, Andrie baru saja menyelesaikan rekaman podcast yang membahas tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta. Kejadian ini memicu kemarahan dan kepedulian dari berbagai kalangan.
Pernyataan Sikap Aksi Kamisan
Salah satu orator dalam aksi, Dery, mengungkapkan bahwa isu ini diangkat tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga sebagai pernyataan tegas mengenai situasi yang dihadapi oleh Andrie. Ia menekankan bahwa luka yang dialami oleh Andrie adalah luka bersama yang harus diperjuangkan.
“Kami mengangkat tema ini tidak hanya untuk bersolidaritas dengan Andrie Yunus, tetapi juga untuk menyatakan penolakan terhadap remiliterisasi. Kami menolak keras intervensi militer dalam ranah sipil,” tegas Dery, yang menekankan pentingnya suara masyarakat dalam isu ini.
Desakan untuk Pengadilan Umum
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti proses hukum yang sedang berlangsung. Mereka menilai ada ketidakjelasan dan ketidaktransparanan dalam penanganan kasus ini. Aksi Kamisan Medan dengan tegas mendesak agar pelaku penyiraman air keras diadili di pengadilan umum.
Ketidaktransparanan dalam Proses Hukum
Dery mengungkapkan keprihatinannya terkait teror penyiraman air keras ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terkejut dengan kurangnya transparansi dalam penanganan kasus ini. “Kami mendesak agar kasus Andrie Yunus ini diadili di pengadilan umum,” tambahnya, menekankan pentingnya keadilan yang jelas dan terbuka.
Inklusivitas Aksi Kamisan
Dery juga menambahkan bahwa Aksi Kamisan merupakan gerakan terbuka yang tidak membedakan latar belakang para pesertanya. Siapa pun bisa hadir dan bergabung dalam aksi ini tanpa memandang asal usul. “Kami tidak pernah mengidentifikasi massa berdasarkan dari mana mereka berasal. Semua orang boleh datang, bahkan banyak di antara kami yang belum saling kenal, tetapi bersatu karena isu yang sama,” ujarnya.
Komitmen untuk Mengawal Kasus
Hingga saat ini, para peserta aksi menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Meskipun kasus ini mungkin dianggap selesai secara hukum, gerakan Aksi Kamisan akan tetap dilaksanakan setiap hari Kamis di Pos Bloc Medan. Mereka bertekad untuk memastikan bahwa desakan agar kasus ini diadili di pengadilan umum dapat terwujud.
Dery menambahkan, “Kami akan terus mengawal hingga keadilan ditegakkan,” menegaskan semangat juang mereka untuk mencapai keadilan bagi Andrie Yunus dan semua korban ketidakadilan lainnya.
Pesan Moral dari Aksi Kamisan
Aksi Kamisan Medan tidak hanya menjadi wadah untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kasus Andrie Yunus, tetapi juga memberikan pesan moral bagi masyarakat tentang pentingnya keadilan. Dalam setiap aksi, mereka mengingatkan bahwa suara rakyat harus didengar dan diperhatikan oleh pihak berwenang.
Peran Masyarakat dalam Memperjuangkan Keadilan
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam isu-isu ketidakadilan, tetapi juga berperan aktif dalam memperjuangkan keadilan. Partisipasi dalam aksi-aksi seperti ini menjadi salah satu cara untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan terhadap mereka yang terdzolimi.
- Inklusivitas dalam gerakan sosial sangat penting.
- Keadilan harus menjadi prioritas dalam setiap proses hukum.
- Partisipasi masyarakat dapat memperkuat gerakan keadilan.
- Solidaritas merupakan kunci dalam menghadapi ketidakadilan.
- Transparansi dalam proses hukum adalah hak setiap warga negara.
Dari aksi ini, diharapkan dapat muncul kesadaran kolektif bahwa keadilan adalah hak dasar setiap individu. Masyarakat diimbau untuk terus berjuang, karena setiap langkah kecil menuju keadilan adalah kontribusi besar bagi perubahan sosial.
Akhir Kata
Aksi Kamisan Medan adalah contoh nyata dari perjuangan masyarakat untuk menuntut keadilan. Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan bagi Andrie Yunus dan semua korban lainnya dapat terpenuhi. Masyarakat diharapkan untuk tidak hanya menunggu keadilan datang, tetapi juga berperan aktif dalam memperjuangkannya.




