Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Masyarakat Diimbau Atur Waktu Perjalanan

— Paragraf 1 —
POSMETRO MEDAN – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang pada akhir Maret, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur Idul Fitri.
— Paragraf 2 —
Hal itu disampaikan Kapolri saat doorstop di Pos Pengamanan Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (20/3), usai memimpin pengecekan situasi kamtibmas secara daring terhadap jajaran Polda di seluruh Indonesia.
— Paragraf 3 —
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Subianto, Kadiv Humas Polri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam I/Bukit Barisan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta Wali Kota Medan.
— Paragraf 4 —
“Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi di kisaran tanggal 24 atau 25 Maret 2026, dan yang kedua adalah tanggal 28 dan 29 Maret 2026,” ujar Kapolri.
— Paragraf 5 —
Ia menjelaskan, prediksi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran untuk menyiapkan langkah antisipasi, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun pengamanan di lapangan.
— Paragraf 6 —
Kapolri menekankan pentingnya strategi penguraian kepadatan, terutama di jalur-jalur utama seperti tol Trans Jawa, jalur arteri, serta titik-titik rawan kemacetan.
— Paragraf 7 —
Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan pada puncak arus balik.
— Paragraf 8 —
“Kementerian Perhubungan menyarankan agar masyarakat bisa menghindari puncak arus balik dengan menjalankan program work from anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, dan 27,” katanya.
— Paragraf 9 —
Menurut Kapolri, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan kendaraan sehingga tidak terfokus pada satu waktu tertentu.
— Paragraf 10 —
Di sisi lain, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas tetap diberlakukan hingga 29 Maret 2026, kecuali untuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.
— Paragraf 11 —
“Kebijakan ini tetap berjalan sampai dengan tanggal 29, kecuali yang memang diberikan prioritas karena menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
— Paragraf 12 —
Kapolri juga mengingatkan bahwa potensi kepadatan tidak hanya terjadi di jalur mudik dan balik, tetapi juga di kawasan destinasi wisata yang dipadati masyarakat setelah Hari Raya.
— Paragraf 13 —
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan standar keselamatan dipenuhi, khususnya di lokasi wisata air.
— Paragraf 14 —
“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan masyarakat yang melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air, kapasitas jangan sampai melebihi dan alat-alat penyelamat harus disesuaikan dengan jumlah pengunjung,” katanya.
— Paragraf 15 —
Selain faktor kepadatan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius dalam pengamanan arus balik tahun ini. Kapolri menyebutkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi potensi hujan ekstrem.
— Paragraf 16 —
“Ini bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir dan tanah longsor di jalur mudik maupun balik, dan alhamdulillah berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem,” ujarnya.
— Paragraf 17 —
Meski demikian, Kapolri menegaskan seluruh satuan tugas di lapangan harus tetap siaga menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.
— Paragraf 18 —
Ia juga menginstruksikan agar pos-pos terpadu yang telah disiapkan dapat dimaksimalkan, tidak hanya untuk pengamanan tetapi juga sebagai pusat layanan bagi masyarakat.
— Paragraf 19 —
Kapolri mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna beristirahat dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan arus balik.
— Paragraf 20 —
“Manfaatkan rest area dan pos-pos terpadu yang ada, jangan dipaksakan apabila kondisi lelah karena keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.
— Paragraf 21 —
Lebih lanjut, Kapolri mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan arus mudik yang dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
— Paragraf 22 —
Ia berharap pola koordinasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam menghadapi arus balik Lebaran 2026.
— Paragraf 23 —
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan anggota di lapangan yang telah bekerja keras, sehingga pengamanan mudik berjalan dengan baik,” katanya.
— Paragraf 24 —
Kapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus siaga hingga seluruh rangkaian arus balik selesai, guna memastikan masyarakat dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan lancar.
— Paragraf 25 —
EDITOR : Putra




