Wali Kota Rico Waas Lantik Erfin Fahrurrazi Sebagai Penjabat Sekda Medan untuk Tingkatkan Koordinasi OPD

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Wali Kota Medan, Rico Waas, mengambil langkah strategis dengan melantik Erfin Fahrurrazi sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Pelantikan ini dilakukan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota, sebagai langkah untuk memastikan percepatan kerja pemerintahan yang lebih efektif di kota ini. Langkah ini diambil menyusul purnabakti Wiriya Alrahman, Sekda sebelumnya, yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

Pentingnya Koordinasi dalam Pemerintahan

Rico Waas menekankan bahwa setiap upaya dalam pemerintahan harus dilakukan dengan cara yang terukur dan jelas, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua perangkat daerah (OPD) dapat beroperasi dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Ia menggarisbawahi bahwa kecepatan dalam pelaksanaan tugas tidak boleh mengorbankan proses dan kepatuhan terhadap hukum.

“Kita harus memastikan bahwa semua pekerjaan dari OPD dilakukan dengan cepat, namun tetap terukur dan sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Rico. Ia mengingatkan bahwa kecepatan harus didampingi dengan perencanaan yang matang dan pemahaman yang baik mengenai setiap langkah yang diambil.

Peran Strategis Penjabat Sekda

Dalam kapasitasnya sebagai Penjabat Sekda, Erfin Fahrurrazi diharapkan dapat memastikan setiap OPD memahami dengan jelas tugas dan target yang harus dicapai. Rico Waas mengingatkan bahwa Erfin tidak hanya sekadar menerima laporan, tetapi juga perlu untuk memahami tantangan yang dihadapi masing-masing OPD. Hal ini penting agar arahan dan keputusan yang diambil dapat tepat sasaran dan relevan dengan kondisi di lapangan.

Pembinaan dan Komunikasi yang Efektif

Rico Waas menekankan pentingnya pembinaan yang dilakukan dengan pendekatan yang humanis, tetapi tanpa mengurangi ketegasan. Ia berharap Erfin bisa menciptakan lingkungan kerja yang positif, di mana setiap OPD merasa didukung namun tetap diingatkan untuk bekerja dengan baik.

“Apabila ada OPD yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, tegur mereka dengan cara yang baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya. Jika setelah pembinaan masih ada masalah yang tidak teratasi, Erfin diminta untuk melaporkan situasi tersebut kepada Wali Kota untuk dievaluasi lebih lanjut.

Karakteristik dan Tantangan Setiap OPD

Rico menekankan bahwa setiap OPD memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan dalam pembinaan juga harus disesuaikan. Erfin perlu memahami bahwa setiap perangkat daerah memiliki cara kerja dan tantangan masing-masing, sehingga strategi pembinaan yang diterapkan harus bersifat fleksibel dan adaptif.

“Setiap OPD adalah individu yang memiliki perasaan dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menunjukkan empati dan pengertian, sambil tetap menjaga disiplin dan kinerja,” tambah Rico.

Menjaga Keseimbangan antara Pembinaan dan Disiplin

Rico Waas mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembinaan, pengawasan, dan penegakan disiplin dalam menjalankan tugas di pemerintahan. Ia menginginkan Erfin untuk dapat memberikan dukungan kepada rekan-rekan OPD, sambil tetap mengawasi kinerja mereka agar tetap sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah.

“Berikan semangat kepada seluruh OPD, dan saya sebagai Wali Kota akan terus memantau kinerja kita semua. Mari kita bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Visi dan Misi sebagai Pedoman Kerja

Pentingnya visi dan misi kepala daerah sebagai pedoman dalam setiap kegiatan pemerintahan juga disampaikan oleh Rico. Setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan harus selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan yang berlaku di tingkat nasional, provinsi, dan daerah.

“Koordinasi yang baik sangat penting agar setiap program dapat berjalan dengan baik, tidak terjadi tumpang tindih kewenangan, serta dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” jelas Rico.

Peran Erfin dalam Memperkuat Roda Pemerintahan

Posisi Erfin sebagai Penjabat Sekda sangat krusial dalam menjaga efektivitas roda pemerintahan di Kota Medan. Ia diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal dan menjaga ritme kerja OPD agar setiap langkah yang diambil dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Erfin Fahrurrazi dilantik sebagai Penjabat Sekda Kota Medan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 800.1.3.3/1304.K yang dikeluarkan pada 10 Agustus 2026. Erfin menggantikan Wiriya Alrahman yang telah purna tugas.

Karir dan Pengalaman Erfin

Sebelum menjabat sebagai Penjabat Sekda, Erfin memiliki latar belakang yang kuat dalam pemerintahan. Ia pernah berkarier di Pemkab Serdang Bedagai sebagai Camat Tebing Syahbandar dan menjalani sejumlah posisi struktural di Sekretariat Daerah serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Erfin kemudian menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat sebelum sukses meraih peringkat pertama dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Inspektur Kota Medan.

Setelah itu, ia dilantik sebagai Inspektur Kota Medan oleh Wali Kota Rico Waas pada 10 September 2025. Kini, sebagai Penjabat Sekda, Erfin memiliki tanggung jawab untuk membantu Wali Kota dalam mengoordinasikan berbagai penyelenggaraan pemerintahan serta memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Kesimpulan

Pelantikan Erfin Fahrurrazi sebagai Penjabat Sekda Kota Medan adalah langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas dalam pemerintahan. Dengan dukungan dan arahan dari Wali Kota Rico Waas, diharapkan Erfin dapat menjalankan tugasnya dengan baik, beradaptasi dengan tantangan yang ada, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh OPD. Hal ini akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Medan.

Exit mobile version