Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap tindakan cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin yang terjadi di perairan Kepulauan Riau. Sahroni menyatakan bahwa zat narkotika tersebut merupakan ancaman serius bagi generasi muda.
Penghargaan untuk Kerjasama Penegakan Hukum
Dalam ungkapannya, Sahroni menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam memberantas narkoba. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI, dan Bea Cukai yang telah bekerja sama dengan sangat baik dalam melaksanakan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah contoh kerjasama yang sangat baik dan kami harap dapat terus berlanjut demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat serta menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” ujarnya.
Ancaman Ketamin dalam Vape
Sahroni kemudian membahas mengenai ketamin yang sering disalahgunakan, terutama yang terdapat di dalam produk vape. Ia menegaskan bahwa zat ini sangat berbahaya karena sulit untuk dideteksi di pasaran.
Bentuk Penyalahgunaan yang Mengerikan
“Kaitannya dengan vape yang mengandung narkoba, ini memang sangat mengkhawatirkan. Obat-obatan terlarang kini hadir dalam berbagai bentuk dan jenis, sehingga sulit untuk mengawasinya. Oleh karena itu, saya mendorong agar penggunaan vape ini dilarang secara total demi melindungi anak-anak kita,” tegasnya.
Dukungan Terhadap Operasi Penegakan Hukum
Sahroni, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP NasDem, mendorong BNN dan para penegak hukum lainnya untuk terus melaksanakan operasi serupa. Dia percaya bahwa tindakan tersebut dapat menyulitkan para pelaku dalam mengedarkan ketamin.
“Lanjutkan operasi-operasi ini agar mereka kesulitan dalam bertransaksi, serta untuk mencegah kegiatan mereka yang lebih awal oleh aparat penegak hukum,” imbuhnya.
Upaya Mengurangi Penyebaran Narkoba
Ia mengakui bahwa secara umum, narkotika memang sulit untuk dihilangkan sepenuhnya, namun upaya-upaya operasi yang berkelanjutan dapat menurunkan peredaran, terutama narkotika yang melalui vape. “Apabila vape bisa dilarang, maka peredaran narkotika juga akan berkurang,” jelasnya.
Detail Operasi Penangkapan
Operasi pengungkapan ini dilakukan oleh tim gabungan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK), terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).
Metode Penyembunyian Barang Haram
Para pelaku menyembunyikan ketamin di dalam kompartemen rahasia yang terletak dekat anjungan kapal. Petugas berhasil mengamankan 65 karung yang berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung ketamin.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Dengan adanya pengungkapan penyelundupan ketamin yang signifikan ini, Sahroni mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran terhadap bahaya narkoba. Edukasi mengenai dampak negatif narkoba, termasuk ketamin dan penggunaannya dalam bentuk yang sulit terdeteksi seperti vape, harus terus digalakkan.
Peran Keluarga dan Lingkungan
Keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran krusial dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penggunaan narkoba. Menyediakan informasi yang tepat dan menciptakan suasana yang mendukung dapat membantu generasi muda untuk menjauh dari barang haram ini.
Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Sahroni menekankan bahwa kerjasama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat merupakan kunci untuk memberantas peredaran narkoba. “Kita semua harus bersatu untuk melindungi anak-anak dan generasi muda kita dari ancaman narkoba. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Langkah-Langkah Konkret yang Dapat Diambil
- Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba.
- Melakukan program edukasi di sekolah-sekolah.
- Menjalin kerjasama antara berbagai lembaga untuk penegakan hukum yang lebih efektif.
- Memberikan dukungan kepada korban penyalahgunaan narkoba untuk rehabilitasi.
- Mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba.
Perkembangan kasus penyelundupan ketamin ini menjadi pengingat pentingnya peran aktif dari semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. Kesadaran dan tindakan nyata dari masyarakat, bersama dengan upaya pemerintah, akan sangat menentukan keberhasilan dalam mengatasi permasalahan narkoba yang kian kompleks ini.
Melalui langkah-langkah yang tepat dan kolaborasi yang erat, diharapkan peredaran narkoba di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, masa depan generasi muda akan lebih terjamin dan terbebas dari ancaman zat-zat berbahaya yang dapat merusak kehidupan mereka.
