Menyoroti kontroversi seputar diskusi ijazah Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar, yang dikenal sebagai salah satu pihak yang menuding ijazah Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, sebagai palsu, telah merangkul Roy Suryo, dr Tifa, dan beberapa pihak lain dalam sebuah diskusi. Tujuan utama mereka adalah untuk membuktikan bahwa ijazah sarjana Jokowi dari Universitas Gadjah Mada bukanlah sebuah tiruan.
Pertemuan dengan Wakil Presiden
Setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Jumat (13/3), Rismon mengungkapkan niatnya untuk mengadakan diskusi tersebut. Ia merasa perlu untuk membahas kembali tentang isu yang telah muncul dan menyebar di masyarakat.
Metode Penelitian
Rismon menegaskan bahwa ia siap memperlihatkan metodenya dalam meneliti dokumen-dokumen penting seperti ijazah. Dia mengklaim bahwa dengan menggunakan pencahayaan dari sudut tertentu, warna tertentu yang memiliki nilai kromatik atau integer yang mirip dengan warna lain bisa dihilangkan. Metode ini, menurut Rismon, sangat penting dalam proses verifikasi dokumen.
Hasil Penelitian Terbaru
Hasil penelitian terbarunya menunjukkan bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Meski menghadapi kritik dan hinaan, Rismon memilih untuk tetap berpegang pada temuan penelitiannya daripada mempertahankan kebohongan.
Demikian juga, ia merasa bertanggung jawab untuk membuktikan kepada Roy Suryo dan pihak lain yang pernah terlibat dalam kasus ini bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Ia menegaskan bahwa peneliti harus selalu terbuka terhadap hasil-hasil penelitian baru dan tidak seharusnya langsung dicap pengkhianat atau pengecut.
Proses Penulisan Buku
Saat ini, Rismon sedang dalam proses menulis buku tentang hasil penelitian terbarunya. Dia berharap bisa segera mempublikasikan buku tersebut secepatnya, meskipun proses penyelesaiannya bisa memakan waktu hingga satu tahun.
Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Rismon, Roy Suryo, dan dr Tifa adalah beberapa dari orang-orang yang terlibat dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Mereka menuding Jokowi atas dasar penelitian ilmiah mereka yang ditulis dalam buku berjudul “Jokowi’s White Paper”.
Baru-baru ini, Rismon meminta maaf atas tudingan tersebut dan mengajukan permohonan restorative justice kepada Polda Metro Jaya. Dia menegaskan bahwa tidak ada kejanggalan dalam ijazah sarjana Jokowi dari Universitas Gadjah Mada.
Penelitian Lanjutan
Rismon mengungkapkan bahwa penelitian lanjutannya telah menemukan bahwa tidak ada manipulasi digital dalam ijazah Jokowi, seperti yang ia tuliskan sebelumnya dalam buku “Jokowi’s White Paper”. Hasil ini menunjukkan bahwa keaslian ijazah tersebut tetap terjaga.
